Monday, January 11, 2010

Kenapa Berhenti Jadi Ibu Kantoran?



Sudah ada yang menebak demi anak? Maaf Anda keliru. Its all about me, myself and I

Keputusan berhenti bekerja kantoran rasanya mungkin keputusan paling beresiko yang pernah gue renungkan (banyak sih keputusan yg lebih bersiko yg pernah gue bikin, tapi biasanya jarang pake proses perenungan wagagagagag). Prosesnya samsek gak sebentar.

Jaman dahulu kala, ketika orang masih maklum sayah jerawatan (skrg banyakan yg nuduh gue gak punya duit bakal perawatan, n sialnya…bener pula!) gue berkata pada calon suami (ketika itu): awas lu ya ngelarang gue kerja, kerja itu bukan buat duit aja taooo, itu tuh untuk keseimbangan jiwa, eksistensi diri! Nyaho siaaaaa???? Siaaaaaaa????? (untung kagak jadi suami beneran yak, kesian masing pacaran ajah udah sayah sia-sia-in kikikikik)

Lalu akhirnya Tuhan berbaik hati pada bang kribo dan menjodohkannya dengan sayah (wagagagag untung orangnya gak baca), dan kemudian dia juga beruntung berhasil menghamili sayah (wagagag lagih), dan lahirlah anak hasil kerjasama kami berdua, kemudian poros dunia pun bergeser….

Tiba2 kebanggaan akan pencapaian dalam kehidupan berkarier menurun drastis. Diiringi dengan pengetahuan yg semakin meningkat (pede aja ini mah) yang berakibat pada kemuakan akut terhadap industri, media khususnya. Dan proses tersebut pun berlangsung…..selama tiga tahun.

Jadi kalau ditanya, kenapa? Here are the answers

I’m not a multitasking kindda person
Had enough lah di kantor inget rumah, di rumah inget deadline kantor. Weekday gak kepegang urusan rumah, weekend udah penat jadi bawaannya pengen jalan-jalan, yg membuat urusan rumah kembali gak kepegang. Malem kecapekan (mending kalo capeknya selalu capek enak), pagi2 terburu-buru.

I lost passion in office things
Dua benefit kerja kantoran menurut sayah: Duit bulanan pasti + jenjang karier. Duit bulanan cencyuuu masih menarik, tapi toh masih bisa didapat dengan cara freelance, daaaan…. Dengan cara bersuami (wagagagag). Jenjang karier, gak minat samsek! Not anymore! Dan kenyataan bahwa kompetisi di dunia industri media toh tak seidealis pikiran naïf sayah ketika masih (diduga) perawan, jadi tidak ada yg menarik untuk diperjuangkan. Sementara selain benefit, ada pula kosekuensi kehidupan berkantor, macam: jam dan frekuensi kehadiran yang harus dimantain berada di batas normal, ada atau tidak kerjaan di kantor. Dealing with (super stupid) boss and co-workers, zero tolerance for mood-swings. Padahal sayah cuma senang menulis, sebagai satu2nya skill yang dikuasai. So I’ve been there, I’ve done that and I had enough!

As a planet…I’m just doing my destiny….stay close to the center of the galaxy
I need to close to her….sekali lagi, I NEED… Mungkin si eneng yg lebih sering bilang “bunda di rumah aja, sama isya” mungkin dia yg selalu meluk erat gak mau dilepas setiap bundanya pamit kerja, mungkin dia yg selalu menyambut bundanya pulang dengan raut gembira bercampur sedih sambil bilang “bunda sekrang pulangnya terlambat” But its me…its me the one who need to be sure that she knows how much her mom adore her. Beberapa saat setelah bundanya hilang di tikungan tiap pagi, dia bisa sibuk sama puzzlenya, sepedanya, ngobrol sama tukang sayur, atau pak bejo tetangga eni. Sementara bundanya termellow2 sepanjang depok-menteng, selama di menteng, dan sepanjang menteng-depok. 3 tahun….dan rasa itu tidak pernah berkurang. I need to be close with her!

She must knows that she’s perfectly as special as her sibling
Bagaimanapun gue berjanji untuk membagi perhatian secara proporsional dengan adiknya kelak, tapi prediksi realistisnya akan ada sedikit-banyak ‘goncangan’ yang terjadi. so I NEED to have special time with isya before the days come. Gue perlu merasa (setidak-tidaknya sudah mengusahakan) puas berduaan bersama si eneng sebelum kita bertigaan di rumah. Gue perlu merasa sudah mengusahakan membuat eneng tahu, bahwa bundanya benar-benar ingin selalu berada di dekat dia. Gue perlu merasa sudah membuat eneng mengerti,bahwa gue ada di rumah juga buat dia. Bukan selalu menolak ada di rumah ketika eneng minta, tapi tiba2 ada di rumah selama 3bln begitu adenya lahir. I need to make sure, that she feels special.

And of course he needs to know too ;)
Kasian juga ih si baby boy kesayangan sayah  pagi2 ngurus diri sendiri, weekend masih mesti kerja bakti di rumah. Apalagi selama ia berhasil menghamili istrinya, setiap pagi n weekend jadi lebih sibuk. Kalau lagi jalan bareng bertiga pun mesti total megangin eneng, secara perut yg ganjel gak memungkinkan emaknya yg ngejar2 eneng. Belom lagi kalau mesti lembur, kepikiran bininya pulang sama siapa, mana jauh pula, mana kehidupan dalam KRL seringkali kejam, terpaksa buru2 pulang sambil mindik-mindik dari si bos. Konsentrasinya pun pecah.

Oh yeah…. I know, mungkin gue baru seminggu ada di rumah, tap gue udah menyadari kok gimana gue merasa jauh lebih cakap menghadapi bos berperut six-pack daripada anak kucrit bersenyum jail. Gue tau akan resiko gue bosan, kehilangan kepercayaan diri karena merasa ‘kurang bermanfaat’, kangen dunia kantor dan semacamnya. Tapi biar hari itu tiba dengan sendirinya, dan biar gue melewati proses perenungan apapun yang gue butuhkan. Jadi nanti, kalau tiba-tiba ada postingan, kenapa gue kembali ngantor dan atau sebaliknya, itu adalah proses pendewasaan diri gue, keputusan yang diambil dengan penuh keyakinan dan kesadaran untuk mempertanggungjawabkannya. Merdeka!!! (doh kemana lagi nih dasi pramuka)

So ladies and gentleman……please excuse me, the infotaiment will start in a few minutes (ngambil bantal, pegang remote, lumayan…..sisa beberapa menit sblm bos besar pulang sekolah)

Tuesday, October 13, 2009

Mati Kutuw

just another story......

----------------------------------------------------------------------------------------------

*nonton TV bareng, ada iklan calpico*

Isya: Isya mau itu nda!

Bunda: Jangan! itu racun

Isya: Enggak kok, itu dia enggak apa-apa *nunjuk anak-anak bintang iklan yg minum calpico sambil ajut-ajutan*

Bunda: Iya, tapi nanti kalo udah abis, dia sakit perut, trus giginya banyak germnya

Isya: .... *diem*

Bunda: *yes! berhasil*

*beberapa menit kemudian ada iklan coklat*

Isya: *tau-tau lompat ke arah bunda, nutup mulut bunda pake tangan, boro-boro ngomong, napas aja susah. Terus dia bilang.....* Isya mau ituuuuuu....mau beli itu yah nanti yah nda, beli itu ya? *gak butuh jawaban bunda kyknya, mulut bunda malah tambah dibekep*

Bunda:  *hampir ijo, antara nahan ketawa sama susah napas*

----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bunda: Sya, daunnya jangan dipetik dong, dia kan rumahnya di pohon, kalau dipetik nanti nangis

Isya: Enggak nangis lah.... mana matanya? dia enggak ada matanya!

Ayah: *ngakak, boro2 bantuin jawab!*

-------------------------------------------------------------------------------------------

Isya: *main-mainin perseneling mobil*

Bunda: Sya jangan, nanti loncat mobilnya

Isya: Bundaaaa mobil enggak bisa loncat, dia kan ada bannya!

Bunda:  *iya sih yaaah....*

-------------------------------------------------------------------------------------------------

*Isya minum aqua gelas, udah dapet satu sedotan dia masih kekeh minta sedotan satu lagi*

Bunda: Isya udah dong, masak minum sampe dua-dua gitu sedotannya

Isya: Fadia pake sedotannya dua

Bunda: kan bunda udah bilang, yang jelek-jelek jangan ditiru!

Isya: tilunya apa nda?

Bunda: yang bagus-bagus!

Isya: sedotan dua bagus nda!

----------------------------------------------------------------------------------------------

*disuruh mandi malah nyemprot-nyemprot tembok pakai shower*

Bunda: Isyaaaa... cepetan dong mandinya, jangan siram-siram tembok

Isya: Ini kan temboknya mau mandi nda

Bunda: masak tembok mau mandi

Isya: tembok...tembok mau mandi gak? "mau" -purapura jadi suara tembok- tuh kan dia mau

Bunda:  *agak keki* Ih tapi tembok kan udah besar, masak masih dimandiin, isya aja bisa mandi sendiri *malah ikutan ngomong sama tembok, payah!*

Isya: loh ini kan temboknya masih bebi nda

Bunda:  *tambah keki* ooh masih bebi, kalau masih bebi kasih nenen dong sama isya *mulai ngaco, saking kekinya*

Isya: tembok... tembok mau nenen sama siapa? "sama bunda" -purapura jadi suara tembok lagi- tuh! maunya nenennnya sama bunda katanya

Bunda:  *seterah dah aaaaaah...... maen aer aja sonoooooo*

 

She's getting big..... and old

Isya: "nih buat bunda" *ngasih pestukaan buatannya (pestukaan = lego, jgn tanya knp jadi pestukaan, gak ada yg ngerti)*

Bunda: "oooooh.... terimakasih isyaaaa" *adegan terharu*

Isya: "Iya dooong... Bunda kan kebanggan Isya, Bunda kan gutgel"

Bunda:

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Isya: *sambil pelukpeluk ayah* "Isya sayaang deh sama ayah, tapi ayah jangan nakal yah, kalau ayah enggak nakal Isya sayang"

Ayah:  *berjanji tidak akan nakal lagi*

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

*berdua ayah ke toko onderdil mobil*

-adegan1-

Ayah: "Pak ada kabel bla bla bla gak?"

Toko1: "enggak ada!"

Isya: "Sabar ya ayah....its oke, isya sayang kok sama ayah" *sambil elus-elus rambut kribo si ayah*

-adegan2-

Ayah: "Ada kabel bla bla bla gak pak?"

Toko2: "wah gak ada tuh mas"

Isya: "Sabar ya yah, jangan belsedih, isya sayang kok" *tepuk-tepuk bahu ayah*

-adegan penutup-

Ayah: "Kabel bla bla bla ada gak pak?"

Toko3: "ada nih, mau berapa?"

Isya: "Tuh ada tuh yah, sabal yah.....*teteeep* ayah hepi enggak?"

Ayah:  *terharuw*

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Eni: Isya kenapa sih kalau ada bunda, terus eni godain, isya suka marah-marah? *yaiyalah niiiiiiiiiii*

Isya: Eni jangan khawatil, bialpun isya malah-malah, isya tetep sayang sama eni

Eni:  *legaaaaa brarti bisa godain Isya terus*

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Eni: Sya.. Eni mau sholat, Isya bisa diem yah, jangan naek-naek bangku, nanti jatoh

Isya: tenang aja ni! Isya punya ide

Eni: Idenya apa?

Isya: tenang aja! eni sholat aja, nanti isya kasih tau

Eni: *malah gak tenang*

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

*adegannya eni lagi tiduran di kursi, Isya berdiri di depannya sambil ngomel-ngomel*

Isya: Eni! Eni dengelin gak? dengelin dong kalo Isya ngomong! Eni kupingnya ketinggalan yah???!!! Makanya Eni dengelin nih yah!

Eni: *salah apalagi sih gueeee*

 

Wednesday, September 23, 2009

Astronomy Has Failed Again

"Pregnancy is a bliss beyond logic, the only true evidence of unconditional love, the most intimate relationship between humans. And for me, it also denies the law of astronomy, coz from that moment, my little one is the center of the universe"
*The quote is made by me (swear to God! - lirik2 polisi kutipan :p) inspired by zeeva, for a photo exhibition about pregnancy*


And now..... the feelings are all back. The bliss, the unconditional-love, the intimacy, and how astronomy fails on me all over again....... as a new center-of-the-universe grows in me

-a proud mommy......also known as a drama queen

Tuesday, September 15, 2009

Alhamdulillah.....

*bertiga ngecek progres pembangunan rumah yang baru sampai 70% saja. Pulangnya ngelewatin beberapa rumah yg sdh jadi*

Isya: "Alhamdulillaaaaah....lumah olang udah jadi"
Aybund: kikikikik
Ayah: "Doain rumah kita dong zeev"
Isya: "Alhamdulillaaaaah....lumah kita belom jadi"
Aybund:

Tuesday, September 8, 2009

Si Eneng Anak Sekolahan

Istri: Sebentar lagi dong
Suami: Dari tadi sebentar-sebentar terus...udah ah ayo pulang
Istri: Dikit lagi deh, asal keliatan dari jendela
Suami: Terus nanti kalo ketauan gimana?
Istri: Enggak ketauan deh, kan ngumpet-ngumpet
Suami: Enggak! Kalau ketauan bisa fatal. Ayo pulang!
Istri: Tunggu dulu kek, sebentar aja *mulai ngembeng*
Suami: Udah..udah sebentar dari tadi, ayo pulang!
Istri: *tambah ngembeng*

*Adegan tersebut terjadi diiringi tatapan aneh para BS yang sedang menunggui asuhan-asuhannya. Kali mereka pada mikir "Itu suami-istri gak pada punya rumah apa? brantem sih di sekolah!"*

Begitulah, percakapan antara suami berambut kribo dan istri berwajah cantik *ngakungaku* yang tengah menunggui hari pertama anaknya bersekolah. Sekolah PG loh yah, bukan...bukan di luar kota....ini 15menit aja dari rumah. Yah.... mungkin istri berwajah cantik tersebut cukup lebay. Tapi sesungguhnya....agak memilukan, di hari pertama, saat hampir semua anak nangis nyariin ibunya, si eneng pede jaya tak sedikitpun ngelongok ke luar. Bahkan waktu pulangnya, yang mana dia naik mobil antar jemput, tidak pula menanyakan di mana emaknya. Ooooh.....apakah dia telah beranjak besar.....

Jadi sodara-sodara, sejak dua bulan ini si eneng sudah jadi anak sekolahan. Sebelum saya menjabarkan lebih lanjut, silahkan disimak FAQ di bawah ini terlebih dahulu.

FAQ (Fertanyaan yang Always Qeulank-ulank)

Kecil2 kok disekolahin, gak kasian?
yeee kata siapeeee skula.....bilang skula kan biar gampang ajeee.....ini tuh judulnya pre-school, kata orang betawi yg ngarti bahasa inggris mah: pra-sekolah. Jadi jangan bayangin neng duduk rapih di kelas, ngerjain tulis-menulis, hitung-menghitung. Dia mah ngitung roda mobil2an kalau tema kelas lagi 'land transportation', motorik kasar diasah sambil main trampolin, kenal warna karena main bernang bola yg warna-warni, motorik halus sambil gunting-gunting kertas, yaaaah begitulah.

Kalau gitu buat apa sekolah kalau main-main doang?
Karenaaaaa....neng di rumah cuma sama eni. Kasian dong bunda kalau eni masih disuruh-suruh stimulasi eneng, secara jagain eneng biar gak nyungsep aja udah PR. Di sekolah, stimulasi lebih sistematis, eneng bisa sosialisasi *sblm skolah kalau bunda brangkat kerja suka bilang "isya sedih, gak ada temennya" maklum daerah rumah eni sepiw*, ngerti rutinitas. Dan setelah ngejalanin sekolah, gak taunya manfaatnya gak itu doang, mudaratnya cuma aybund kudu bangun lebih pagi di hari Isya sekolah eh...itu mah bukan mudarat yah kikikikik

Bukan tak melalui jalan berliku kalau eneng akhirnya jadi murid kelas Playgroup di Starfish *soalnya dari rumah eneng ke starfish beneran berliku deh jalanannya* Si Bunda yang ratu hunting, udah keliling hampir ke seluruh penjuru Depok, demi menemukan sekolah idaman....tentu versi aybund. Aslinya, kami jatuh cinta berat pada Sekolah Alam Depok. Bahkan ayah jauh lebih cinta SA Depok daripada SA Ciganjur, yang mana SA Ciganjur mentapkan syarat masuk PG harus sudah 3thn di bulan Juli, sulit ditawar. Sementara si eneng 3thn di bulan Oktober, dan Aybund punya keyakinan kuat dia sudah siap secara fisik maupun psikologis. Tapi soal ini entar aja dibahasnya, kalo gak males.

Sayangnya, sampai batas akhir pendaftaran, SA Depok hanya berhasil mengumpulkan 4 peminat PG, yang mana tidak memenuhi syarat untuk membuka kelas (min. 5). Jadilah kelas PG SA Depok tahun ini ditiadakan. Bunda kecewa beraaaaad..... soalnya brarti kudu hunting lageeeee.

 

Sebenernya yah, bunda mah hunting sekolah eneng udah dari eneng segede kuprit. Sampe pernah mbak-mbak penjaga stand di sebuah pameran pendidikan menatap dengan bingung "ini yang mau sekolah yang mana ya bu?" *ngelirik ke arah eneng yg masih berupa bayi berpala botak di gendongan kanguru si ayah* Starfish juga bukan sekolah pertama eneng, dulu eneng pernah di gymboree PIM. Kalau kelas baby yoga diitung, berarti starfish 'sekolah' ketiganya eneng.

Setelah banyaaaak sekolah di survey dan tidak ada satu pun yang memuaskan bunda, serta ada sekitar empat sekolah di-trial, akhirnya hati ini pun berlabuh pada Starfish. Thanks to mama Ochie yang ngasih tau ada PG di komp ibunya. Seperti biasa bunda tlp, oke nih. Bunda datengin, ngobrol2 sama kepsek, oke juga nih. Trial pun, teteeep oke juga. Maka Bismillahirahmanirrahim.....neng dianter ke starfish deh tiap senin-rabu-jumat. Pulangnya pakai mobil antar jemput, langsung dikirim ke rumah Eni he..he..

Kenapa Starfish? 90% visi-misinya sejalan sama Aybund. Yang pertama anak diusahakan selalu dalam keadaan happy. Tidak ada target, tidak ada paksaan, apapun itu yang diajarkan. Kepsek pernah bilang,  "kalau dia gak mau melakukan sesatu, ya enggak apa2, tapi kalau pas dia lagi mau, baru kita geber." Intinya mereka dipancing untuk mau, untuk suka, dengan cara-cara yang tentunya paling dimau dan disuka anak-anak: MAIN! Kayak misalnya nih yah: ada tema fingers. Mereka diajarin mengenal nama jari, diajarin juga menggerakan jari2 kan tuh pada saat pengenalan, berarti motorik halus jalan. Biar seru, jarinya dikasih finger puppet. Finger puppetnya bikin sendiri, udah masuk art & craft tuh, yang mana juga motorik halus main banget. Habis gitu, jarinya ya diitung, bisa disambung itungannya ke jari-jari teman-temannya. Gak ada worksheet lah.

 

*dapet sticker dari gurunya karena sudah jadi anak baik. Itu stiker dilepas, ditempel ke buku, terus pagi2 dicari lagi, ditempel lagi ke tangan, kikikik*


Starfish memakai 90% bahasa Inggris, tapi itu samsek bukan alasan aybund masukin Isya ke sini. Aybund sih percaya, mau pake bahasa apa kek, asal metode ajarnya benar, ya gak masalah. Dari beberapa kata bahasa inggris yang isya tau jauh sebelum sekolah, dari dvd2 berbahasa inggris yang dia tonton, gak pernah kliatan sedikit pun kalau dia mengalami bingung-bahasa. Paling yang bingung si Eni kalau isya kekeh minta sesuatu pake bahasa inggris

 

Nah okenya, si Starfish ini cuma menciptakan lingkungan berbahsa inggris, tanpa anak diajarin "nih yaaa...mobil itu car, bunga itu flower" Udah gitu gak ada beban pun, anak mau bales dalam bhs inggris boleh, bhs ind terserah. Jadi bunda ngeliat pake mata kepala sendiri, gak pinjem punya orang, gak ada juga yg mau minjemin, dialog antar murid-guru bisa inggris-ind, atau ind-ind. Dan keliatannya gak ada yang bingung, ngalir aja dialognya.

Biar bukan sekolah alam, Starfish juga punya banyaaaaak kegiatan luar ruang. Mereka sering banget main di taman komplek. Kalau pas hari bersepeda, main ke tamannya ya sambil naik sepeda. Malah kata kepseknya, dalam jadwal sekolah, ada juga sesi berkenalan dengan satpam komplek.

 

Btw, starfish ada dua cabang, sebenarnya cabang yang lain lebih dekat dari rumah, tapi bunda pilih cabang yang ini karena berada dalam komp yang keamanannya baik, bentuknya teratur, serta cukup hijau pun. Yah doain aja kapan2 bisa jadi tetangga mama ochie *lirik2 mama ochie* Selain tentunya Starfish juga punya jadwal kunjungan macam ke pemadam kebakaran, dipo kereta, renang yang juga rutin, serta outing cencunya, seperti kebanyakan PG.

Semakin lama juga semakin terlihat, hampir seluruh jajaran Starfish memang senang anak-anak, dan tertanam visi dan misi yang sama. Dari mbak asisten, sampai supir antar-jemput, ramah dan lemah lembut sama anak-anak.

Untungnya, bukan bunda aja yang sreg sama sekolah ini, si neng juga daaaah. Sampe kalo libur dia marah-marah, kayak pas libur awal puasa kemarin "Isya kok enggak sekolah nda?" "kan libur" "gak mau libul ah, isya mau sekolah ajah!". Kalau ditanya isya seneng main apa di sekolah? "main tampolin" bukaaaan....isya gak diajarin tawuran kok, maksudnya si eneng yang masih cadel itu "trampolin". Pernah bunda godain "kita pinjem aja trampolin starfish sya, kita taro di rumah, kan isya gak usah ke sekolah lagi, bisa main trampolin di rumah" eh anak sekolah itu bilang "enggak bisa nda! di lumah ada tempat tidul, nanti gak muat, bialin isya main tampolin di stalfish ajah."

 

Isya juga udah mudeng banget kapan hari sekolah,  kapan bukan. Walaupun sekolahnya cuma tiga kali seminggu n isya juga blom hapal hari ini hari apa n besok hari apa.

 

 

*minggu2 awal sekolah*


Si neng pun tak pernah sekalipun ditungguin Aybund di sekolah. Dari hari pertama seperti yang tersebut di atas. Dan gak pernah sekali pun nangis nyariin aybund. Padahal bunda khawatir, kan banyak tuh temen2nya yang masih ditungguin, malah ada yang masih ditungguin di dalam kelas, terus di mobil antar-jemput juga hampir semuanya didampingi pengasuh/ibunya. Khawatirnya isya ngerasa sedih, orang-orang ditungguin, ditemenin, kok isya enggak sih.

 

Tapi yah ternyata enggak tuh...gak keliatan ada tanda-tanda begitu pada Isya. Kepsek dan gurunya pun bilang begitu. "Enggak, dia mah cuek aja" Kepseknya juga cerita Isya suka nyanyi ngarang-ngarang di mobil *kikikik...itu mah kita udah tau ya penontooon* terus kata kepseknya pun dia sangat independen. Tau apa yang dia mau. Tapi jeleknya, kalau udah kumpul dalam group yang besar (main bareng anak TK), dia jadi males sosialisasi, sibuk sendiri, melakukan apa yang dia mau (kira-kira gak jauh dari trampolin sama bernang bola).

Guru kelasnya juga bilang, Isya kalau lagi urusan pelajaran, misalnya suruh itung jari, suaranya bisa pelaaaan. Tapiiiii....kalo udah maen, membahana! Kikikik....turunan dari ayah itu mah kayaknya, giliran disuruh males, giliran yg gak penting semangat!

 

Tiap pagi pas aybund anterin, udah dijamin susaaaah diajak salim-kisskiss-hughug. Apalagi kalau keburu lepas masuk trampolin, bunda bye-bye juga gaaaak peduleeeee. Kata kepsek Isya, "saya selalu suka anak perempuan, soalnya di rumah enggak punya, tapi kalau isya, perempuan macho"....maksudnyaaaaaa.....ibu kepsek gak seneng nih sama anak saya? :p Gak deng, ibu kepsek juga bilang "senang deh ibu memilih sekolah ini" Sama bu Kepsek, saya juga seneng milih sekolah ini.....mmm....bulan depan boleh diskon spp gak?!



*dih panjang bonar yah....kikikik....mangap yah yg matanya sepet....*

Gap Antar Generasi

Isya: "Ni nyanyi Galuda ni..."
Eni: "Garuda pancasila....akulah pendukungmu....patriot proklamasi..."
Isya: "BUKAAAAAAAAAAAN" *isya sekarang tambah galak euy, kalo dia ngomong kita salah nanggapin langsung dah alis naek, sambil triak. Kadang2 dikasih tau eling kadang2 ndablek*
Eni: "loh? garuda kan?"
Isya: "bukan begitu!"
Eni: "gimana dong?"
Isya: "gini....galuda di dadaku, galuda kebanggaanku, kuyakin....hali iniiii....pasti menaaang..... gitu ni!"
Eni: "baru tau....."

*abis mandi lagi pake celdal sama eni*
Isya: "ini hali apa ni?" *fyi: bunda beliin isya celdal yg ada nama2 hari dalam bhs inggris, tiap mau dipake bunda bacain tulisan nama harinya*
Eni: "heh? hari apa?....hari rabu kan"
Isya: "BUKAAAAAAAAN di celananya hali apaaaaa???"
Eni: "emang di celana ada harinya?"
Isya: "ada hali bahas inggliiiiiis!!!"
Eni: "iiih...eni gak tau ah!"

*mau berangkat ke sekolah*
Isya: "bye...bye... eniiii"
Eni: "Dadaaaah..."
Isya: "Ni! jgn dadah....bahasa ingglis dong....baybay gituh!"
Eni: "iya deeeeh .....baybay isyaaaa"
Isya: *nyengir puas*

*generasi masa kini lagi makan bakpao*