Pernah tuh lagi di mobil, isya mau minta nenen, secara koordinasi bibir, lidah sama otaknya masih diasah, jadi sering banget kalo ngomong belibet...
"nda...nda...isya auuuu...."
si ayah langsung nyamber "nenen! mau nenen nda...nenen..." sambil mulutnya dimenyong2in niruin Zeeva
eh si eneng gak taunya kesel digituin "Ayah dieeeem!!!"

Yang paling sering mah, kalau lagi tidur, Zeeva kan tidurnya ditengah2 di antara Ayah dan Bunda -kecuali pada jam2 tertentu
"/> - Di tengah tidurnya, Zeeva suka tau-tau minta nenen sambil merem, kadang-kadang miringnya ke arah ayah. Cencyu hal ini dimanfaatkan sebaik2nya oleh si Ayah. Dia akan ngangkat kaosnya n langsung ngasih nenennya ke si eneng....sampe si eneng sadar, n akhirnya nangis, n tentunya bunda yg kudu ngediemin tangisan si eneng, sementara si ayah cuman nyengir tanpa dosa 
Lalu...apakah si eneng diam saja di bawah penindasan si ayah? Tentu tidak, ini adalah salah dua buktinya, dan juga....
-btw, zeeva dah hafal nama semua orang-orang di rumah-
B: "abah siapa?"
Z: "abah udin"
B: "eni siapa?"
Z: "eni nati"
B: "bunda siapa?"
Z: "bunda dini"
B: "ayah siapa?"
Z: "ayah kibo" -kribo-
mmmmmm.....ini masalah urutan kali yah, coba lagi...B: "eni siapa?"
Z: "eni nati"
B: "bunda siapa?"
Z: "bunda dini"
B: "ayah siapa?"
Z: "ayah kibo"
mmmmmm....coba sekali lagi dehB: "bunda siapa?"
Z: "bunda dini"
B: "abah siapa?"
Z: "abah udin"
B: "ayah siapa?"
Z: "ayah kibo"
ayah: "sentimeeeen...sentimeeeeen...."