Tuesday, October 13, 2009

Mati Kutuw

just another story......

----------------------------------------------------------------------------------------------

*nonton TV bareng, ada iklan calpico*

Isya: Isya mau itu nda!

Bunda: Jangan! itu racun

Isya: Enggak kok, itu dia enggak apa-apa *nunjuk anak-anak bintang iklan yg minum calpico sambil ajut-ajutan*

Bunda: Iya, tapi nanti kalo udah abis, dia sakit perut, trus giginya banyak germnya

Isya: .... *diem*

Bunda: *yes! berhasil*

*beberapa menit kemudian ada iklan coklat*

Isya: *tau-tau lompat ke arah bunda, nutup mulut bunda pake tangan, boro-boro ngomong, napas aja susah. Terus dia bilang.....* Isya mau ituuuuuu....mau beli itu yah nanti yah nda, beli itu ya? *gak butuh jawaban bunda kyknya, mulut bunda malah tambah dibekep*

Bunda:  *hampir ijo, antara nahan ketawa sama susah napas*

----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Bunda: Sya, daunnya jangan dipetik dong, dia kan rumahnya di pohon, kalau dipetik nanti nangis

Isya: Enggak nangis lah.... mana matanya? dia enggak ada matanya!

Ayah: *ngakak, boro2 bantuin jawab!*

-------------------------------------------------------------------------------------------

Isya: *main-mainin perseneling mobil*

Bunda: Sya jangan, nanti loncat mobilnya

Isya: Bundaaaa mobil enggak bisa loncat, dia kan ada bannya!

Bunda:  *iya sih yaaah....*

-------------------------------------------------------------------------------------------------

*Isya minum aqua gelas, udah dapet satu sedotan dia masih kekeh minta sedotan satu lagi*

Bunda: Isya udah dong, masak minum sampe dua-dua gitu sedotannya

Isya: Fadia pake sedotannya dua

Bunda: kan bunda udah bilang, yang jelek-jelek jangan ditiru!

Isya: tilunya apa nda?

Bunda: yang bagus-bagus!

Isya: sedotan dua bagus nda!

----------------------------------------------------------------------------------------------

*disuruh mandi malah nyemprot-nyemprot tembok pakai shower*

Bunda: Isyaaaa... cepetan dong mandinya, jangan siram-siram tembok

Isya: Ini kan temboknya mau mandi nda

Bunda: masak tembok mau mandi

Isya: tembok...tembok mau mandi gak? "mau" -purapura jadi suara tembok- tuh kan dia mau

Bunda:  *agak keki* Ih tapi tembok kan udah besar, masak masih dimandiin, isya aja bisa mandi sendiri *malah ikutan ngomong sama tembok, payah!*

Isya: loh ini kan temboknya masih bebi nda

Bunda:  *tambah keki* ooh masih bebi, kalau masih bebi kasih nenen dong sama isya *mulai ngaco, saking kekinya*

Isya: tembok... tembok mau nenen sama siapa? "sama bunda" -purapura jadi suara tembok lagi- tuh! maunya nenennnya sama bunda katanya

Bunda:  *seterah dah aaaaaah...... maen aer aja sonoooooo*

 

She's getting big..... and old

Isya: "nih buat bunda" *ngasih pestukaan buatannya (pestukaan = lego, jgn tanya knp jadi pestukaan, gak ada yg ngerti)*

Bunda: "oooooh.... terimakasih isyaaaa" *adegan terharu*

Isya: "Iya dooong... Bunda kan kebanggan Isya, Bunda kan gutgel"

Bunda:

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Isya: *sambil pelukpeluk ayah* "Isya sayaang deh sama ayah, tapi ayah jangan nakal yah, kalau ayah enggak nakal Isya sayang"

Ayah:  *berjanji tidak akan nakal lagi*

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

*berdua ayah ke toko onderdil mobil*

-adegan1-

Ayah: "Pak ada kabel bla bla bla gak?"

Toko1: "enggak ada!"

Isya: "Sabar ya ayah....its oke, isya sayang kok sama ayah" *sambil elus-elus rambut kribo si ayah*

-adegan2-

Ayah: "Ada kabel bla bla bla gak pak?"

Toko2: "wah gak ada tuh mas"

Isya: "Sabar ya yah, jangan belsedih, isya sayang kok" *tepuk-tepuk bahu ayah*

-adegan penutup-

Ayah: "Kabel bla bla bla ada gak pak?"

Toko3: "ada nih, mau berapa?"

Isya: "Tuh ada tuh yah, sabal yah.....*teteeep* ayah hepi enggak?"

Ayah:  *terharuw*

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Eni: Isya kenapa sih kalau ada bunda, terus eni godain, isya suka marah-marah? *yaiyalah niiiiiiiiiii*

Isya: Eni jangan khawatil, bialpun isya malah-malah, isya tetep sayang sama eni

Eni:  *legaaaaa brarti bisa godain Isya terus*

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Eni: Sya.. Eni mau sholat, Isya bisa diem yah, jangan naek-naek bangku, nanti jatoh

Isya: tenang aja ni! Isya punya ide

Eni: Idenya apa?

Isya: tenang aja! eni sholat aja, nanti isya kasih tau

Eni: *malah gak tenang*

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

*adegannya eni lagi tiduran di kursi, Isya berdiri di depannya sambil ngomel-ngomel*

Isya: Eni! Eni dengelin gak? dengelin dong kalo Isya ngomong! Eni kupingnya ketinggalan yah???!!! Makanya Eni dengelin nih yah!

Eni: *salah apalagi sih gueeee*