Rasa duka yang kemudian timbul, biasanya dipengaruhi seberapa besar kedekatan emosi pada orang yang pergi duluan tsb.
Itu yg bikin gw sempat gak paham kenapa rasanya perasaan sedih n kehilangan ini besar bgt waktu wa Kokom pergi. Lebih besar daripada ketika anggota keluarga lain yg secara silsilah dan pertalian darah lebih dekat, meninggal.
Tidak banyak pula waktu yg gw pernah habiskan dengan beliau, tapi dari yg sangat sedikit itu, hampir semuanya membekas di hati, dan sadar gak sadar, kalau inget pasti ada perasaan pengen nyengir

She's one of a kind....ketulusan hatinya, pilihannya untuk tetap riang di tengah hidupnya yang lebih sering kelam, membuat gw diam2 memujanya.
Di saat wanita2 lain di generasinya terjebak norma2 klise, dia tampil sejujur2nya isi hatinya. Tidak pernah meng-angel kan diri spy tampak suci, tidak juga sok-setan biar keren, bahkan tidak juga mengumbar air mata walaupun dia punya banyak alasan untuk itu.
Mungkin....ada sedikit penyesalan di hati gw...seandainya dulu pernah punya kesempatan, untuk bilang ke dia "you're rock wa!!!" well...dia gak bakal ngerti sih, mungkin bales dgn bahasa sunda yg gw gak bakal ngerti, trus kita ngakak bareng lagi kyk biasanya.
I miss you wa...really really do!