Tuesday, October 13, 2009

She's getting big..... and old

Isya: "nih buat bunda" *ngasih pestukaan buatannya (pestukaan = lego, jgn tanya knp jadi pestukaan, gak ada yg ngerti)*

Bunda: "oooooh.... terimakasih isyaaaa" *adegan terharu*

Isya: "Iya dooong... Bunda kan kebanggan Isya, Bunda kan gutgel"

Bunda:

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Isya: *sambil pelukpeluk ayah* "Isya sayaang deh sama ayah, tapi ayah jangan nakal yah, kalau ayah enggak nakal Isya sayang"

Ayah:  *berjanji tidak akan nakal lagi*

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

*berdua ayah ke toko onderdil mobil*

-adegan1-

Ayah: "Pak ada kabel bla bla bla gak?"

Toko1: "enggak ada!"

Isya: "Sabar ya ayah....its oke, isya sayang kok sama ayah" *sambil elus-elus rambut kribo si ayah*

-adegan2-

Ayah: "Ada kabel bla bla bla gak pak?"

Toko2: "wah gak ada tuh mas"

Isya: "Sabar ya yah, jangan belsedih, isya sayang kok" *tepuk-tepuk bahu ayah*

-adegan penutup-

Ayah: "Kabel bla bla bla ada gak pak?"

Toko3: "ada nih, mau berapa?"

Isya: "Tuh ada tuh yah, sabal yah.....*teteeep* ayah hepi enggak?"

Ayah:  *terharuw*

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Eni: Isya kenapa sih kalau ada bunda, terus eni godain, isya suka marah-marah? *yaiyalah niiiiiiiiiii*

Isya: Eni jangan khawatil, bialpun isya malah-malah, isya tetep sayang sama eni

Eni:  *legaaaaa brarti bisa godain Isya terus*

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Eni: Sya.. Eni mau sholat, Isya bisa diem yah, jangan naek-naek bangku, nanti jatoh

Isya: tenang aja ni! Isya punya ide

Eni: Idenya apa?

Isya: tenang aja! eni sholat aja, nanti isya kasih tau

Eni: *malah gak tenang*

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

*adegannya eni lagi tiduran di kursi, Isya berdiri di depannya sambil ngomel-ngomel*

Isya: Eni! Eni dengelin gak? dengelin dong kalo Isya ngomong! Eni kupingnya ketinggalan yah???!!! Makanya Eni dengelin nih yah!

Eni: *salah apalagi sih gueeee*

 

Wednesday, September 23, 2009

Astronomy Has Failed Again

"Pregnancy is a bliss beyond logic, the only true evidence of unconditional love, the most intimate relationship between humans. And for me, it also denies the law of astronomy, coz from that moment, my little one is the center of the universe"
*The quote is made by me (swear to God! - lirik2 polisi kutipan :p) inspired by zeeva, for a photo exhibition about pregnancy*


And now..... the feelings are all back. The bliss, the unconditional-love, the intimacy, and how astronomy fails on me all over again....... as a new center-of-the-universe grows in me

-a proud mommy......also known as a drama queen

Tuesday, September 15, 2009

Alhamdulillah.....

*bertiga ngecek progres pembangunan rumah yang baru sampai 70% saja. Pulangnya ngelewatin beberapa rumah yg sdh jadi*

Isya: "Alhamdulillaaaaah....lumah olang udah jadi"
Aybund: kikikikik
Ayah: "Doain rumah kita dong zeev"
Isya: "Alhamdulillaaaaah....lumah kita belom jadi"
Aybund:

Tuesday, September 8, 2009

Si Eneng Anak Sekolahan

Istri: Sebentar lagi dong
Suami: Dari tadi sebentar-sebentar terus...udah ah ayo pulang
Istri: Dikit lagi deh, asal keliatan dari jendela
Suami: Terus nanti kalo ketauan gimana?
Istri: Enggak ketauan deh, kan ngumpet-ngumpet
Suami: Enggak! Kalau ketauan bisa fatal. Ayo pulang!
Istri: Tunggu dulu kek, sebentar aja *mulai ngembeng*
Suami: Udah..udah sebentar dari tadi, ayo pulang!
Istri: *tambah ngembeng*

*Adegan tersebut terjadi diiringi tatapan aneh para BS yang sedang menunggui asuhan-asuhannya. Kali mereka pada mikir "Itu suami-istri gak pada punya rumah apa? brantem sih di sekolah!"*

Begitulah, percakapan antara suami berambut kribo dan istri berwajah cantik *ngakungaku* yang tengah menunggui hari pertama anaknya bersekolah. Sekolah PG loh yah, bukan...bukan di luar kota....ini 15menit aja dari rumah. Yah.... mungkin istri berwajah cantik tersebut cukup lebay. Tapi sesungguhnya....agak memilukan, di hari pertama, saat hampir semua anak nangis nyariin ibunya, si eneng pede jaya tak sedikitpun ngelongok ke luar. Bahkan waktu pulangnya, yang mana dia naik mobil antar jemput, tidak pula menanyakan di mana emaknya. Ooooh.....apakah dia telah beranjak besar.....

Jadi sodara-sodara, sejak dua bulan ini si eneng sudah jadi anak sekolahan. Sebelum saya menjabarkan lebih lanjut, silahkan disimak FAQ di bawah ini terlebih dahulu.

FAQ (Fertanyaan yang Always Qeulank-ulank)

Kecil2 kok disekolahin, gak kasian?
yeee kata siapeeee skula.....bilang skula kan biar gampang ajeee.....ini tuh judulnya pre-school, kata orang betawi yg ngarti bahasa inggris mah: pra-sekolah. Jadi jangan bayangin neng duduk rapih di kelas, ngerjain tulis-menulis, hitung-menghitung. Dia mah ngitung roda mobil2an kalau tema kelas lagi 'land transportation', motorik kasar diasah sambil main trampolin, kenal warna karena main bernang bola yg warna-warni, motorik halus sambil gunting-gunting kertas, yaaaah begitulah.

Kalau gitu buat apa sekolah kalau main-main doang?
Karenaaaaa....neng di rumah cuma sama eni. Kasian dong bunda kalau eni masih disuruh-suruh stimulasi eneng, secara jagain eneng biar gak nyungsep aja udah PR. Di sekolah, stimulasi lebih sistematis, eneng bisa sosialisasi *sblm skolah kalau bunda brangkat kerja suka bilang "isya sedih, gak ada temennya" maklum daerah rumah eni sepiw*, ngerti rutinitas. Dan setelah ngejalanin sekolah, gak taunya manfaatnya gak itu doang, mudaratnya cuma aybund kudu bangun lebih pagi di hari Isya sekolah eh...itu mah bukan mudarat yah kikikikik

Bukan tak melalui jalan berliku kalau eneng akhirnya jadi murid kelas Playgroup di Starfish *soalnya dari rumah eneng ke starfish beneran berliku deh jalanannya* Si Bunda yang ratu hunting, udah keliling hampir ke seluruh penjuru Depok, demi menemukan sekolah idaman....tentu versi aybund. Aslinya, kami jatuh cinta berat pada Sekolah Alam Depok. Bahkan ayah jauh lebih cinta SA Depok daripada SA Ciganjur, yang mana SA Ciganjur mentapkan syarat masuk PG harus sudah 3thn di bulan Juli, sulit ditawar. Sementara si eneng 3thn di bulan Oktober, dan Aybund punya keyakinan kuat dia sudah siap secara fisik maupun psikologis. Tapi soal ini entar aja dibahasnya, kalo gak males.

Sayangnya, sampai batas akhir pendaftaran, SA Depok hanya berhasil mengumpulkan 4 peminat PG, yang mana tidak memenuhi syarat untuk membuka kelas (min. 5). Jadilah kelas PG SA Depok tahun ini ditiadakan. Bunda kecewa beraaaaad..... soalnya brarti kudu hunting lageeeee.

 

Sebenernya yah, bunda mah hunting sekolah eneng udah dari eneng segede kuprit. Sampe pernah mbak-mbak penjaga stand di sebuah pameran pendidikan menatap dengan bingung "ini yang mau sekolah yang mana ya bu?" *ngelirik ke arah eneng yg masih berupa bayi berpala botak di gendongan kanguru si ayah* Starfish juga bukan sekolah pertama eneng, dulu eneng pernah di gymboree PIM. Kalau kelas baby yoga diitung, berarti starfish 'sekolah' ketiganya eneng.

Setelah banyaaaak sekolah di survey dan tidak ada satu pun yang memuaskan bunda, serta ada sekitar empat sekolah di-trial, akhirnya hati ini pun berlabuh pada Starfish. Thanks to mama Ochie yang ngasih tau ada PG di komp ibunya. Seperti biasa bunda tlp, oke nih. Bunda datengin, ngobrol2 sama kepsek, oke juga nih. Trial pun, teteeep oke juga. Maka Bismillahirahmanirrahim.....neng dianter ke starfish deh tiap senin-rabu-jumat. Pulangnya pakai mobil antar jemput, langsung dikirim ke rumah Eni he..he..

Kenapa Starfish? 90% visi-misinya sejalan sama Aybund. Yang pertama anak diusahakan selalu dalam keadaan happy. Tidak ada target, tidak ada paksaan, apapun itu yang diajarkan. Kepsek pernah bilang,  "kalau dia gak mau melakukan sesatu, ya enggak apa2, tapi kalau pas dia lagi mau, baru kita geber." Intinya mereka dipancing untuk mau, untuk suka, dengan cara-cara yang tentunya paling dimau dan disuka anak-anak: MAIN! Kayak misalnya nih yah: ada tema fingers. Mereka diajarin mengenal nama jari, diajarin juga menggerakan jari2 kan tuh pada saat pengenalan, berarti motorik halus jalan. Biar seru, jarinya dikasih finger puppet. Finger puppetnya bikin sendiri, udah masuk art & craft tuh, yang mana juga motorik halus main banget. Habis gitu, jarinya ya diitung, bisa disambung itungannya ke jari-jari teman-temannya. Gak ada worksheet lah.

 

*dapet sticker dari gurunya karena sudah jadi anak baik. Itu stiker dilepas, ditempel ke buku, terus pagi2 dicari lagi, ditempel lagi ke tangan, kikikik*


Starfish memakai 90% bahasa Inggris, tapi itu samsek bukan alasan aybund masukin Isya ke sini. Aybund sih percaya, mau pake bahasa apa kek, asal metode ajarnya benar, ya gak masalah. Dari beberapa kata bahasa inggris yang isya tau jauh sebelum sekolah, dari dvd2 berbahasa inggris yang dia tonton, gak pernah kliatan sedikit pun kalau dia mengalami bingung-bahasa. Paling yang bingung si Eni kalau isya kekeh minta sesuatu pake bahasa inggris

 

Nah okenya, si Starfish ini cuma menciptakan lingkungan berbahsa inggris, tanpa anak diajarin "nih yaaa...mobil itu car, bunga itu flower" Udah gitu gak ada beban pun, anak mau bales dalam bhs inggris boleh, bhs ind terserah. Jadi bunda ngeliat pake mata kepala sendiri, gak pinjem punya orang, gak ada juga yg mau minjemin, dialog antar murid-guru bisa inggris-ind, atau ind-ind. Dan keliatannya gak ada yang bingung, ngalir aja dialognya.

Biar bukan sekolah alam, Starfish juga punya banyaaaaak kegiatan luar ruang. Mereka sering banget main di taman komplek. Kalau pas hari bersepeda, main ke tamannya ya sambil naik sepeda. Malah kata kepseknya, dalam jadwal sekolah, ada juga sesi berkenalan dengan satpam komplek.

 

Btw, starfish ada dua cabang, sebenarnya cabang yang lain lebih dekat dari rumah, tapi bunda pilih cabang yang ini karena berada dalam komp yang keamanannya baik, bentuknya teratur, serta cukup hijau pun. Yah doain aja kapan2 bisa jadi tetangga mama ochie *lirik2 mama ochie* Selain tentunya Starfish juga punya jadwal kunjungan macam ke pemadam kebakaran, dipo kereta, renang yang juga rutin, serta outing cencunya, seperti kebanyakan PG.

Semakin lama juga semakin terlihat, hampir seluruh jajaran Starfish memang senang anak-anak, dan tertanam visi dan misi yang sama. Dari mbak asisten, sampai supir antar-jemput, ramah dan lemah lembut sama anak-anak.

Untungnya, bukan bunda aja yang sreg sama sekolah ini, si neng juga daaaah. Sampe kalo libur dia marah-marah, kayak pas libur awal puasa kemarin "Isya kok enggak sekolah nda?" "kan libur" "gak mau libul ah, isya mau sekolah ajah!". Kalau ditanya isya seneng main apa di sekolah? "main tampolin" bukaaaan....isya gak diajarin tawuran kok, maksudnya si eneng yang masih cadel itu "trampolin". Pernah bunda godain "kita pinjem aja trampolin starfish sya, kita taro di rumah, kan isya gak usah ke sekolah lagi, bisa main trampolin di rumah" eh anak sekolah itu bilang "enggak bisa nda! di lumah ada tempat tidul, nanti gak muat, bialin isya main tampolin di stalfish ajah."

 

Isya juga udah mudeng banget kapan hari sekolah,  kapan bukan. Walaupun sekolahnya cuma tiga kali seminggu n isya juga blom hapal hari ini hari apa n besok hari apa.

 

 

*minggu2 awal sekolah*


Si neng pun tak pernah sekalipun ditungguin Aybund di sekolah. Dari hari pertama seperti yang tersebut di atas. Dan gak pernah sekali pun nangis nyariin aybund. Padahal bunda khawatir, kan banyak tuh temen2nya yang masih ditungguin, malah ada yang masih ditungguin di dalam kelas, terus di mobil antar-jemput juga hampir semuanya didampingi pengasuh/ibunya. Khawatirnya isya ngerasa sedih, orang-orang ditungguin, ditemenin, kok isya enggak sih.

 

Tapi yah ternyata enggak tuh...gak keliatan ada tanda-tanda begitu pada Isya. Kepsek dan gurunya pun bilang begitu. "Enggak, dia mah cuek aja" Kepseknya juga cerita Isya suka nyanyi ngarang-ngarang di mobil *kikikik...itu mah kita udah tau ya penontooon* terus kata kepseknya pun dia sangat independen. Tau apa yang dia mau. Tapi jeleknya, kalau udah kumpul dalam group yang besar (main bareng anak TK), dia jadi males sosialisasi, sibuk sendiri, melakukan apa yang dia mau (kira-kira gak jauh dari trampolin sama bernang bola).

Guru kelasnya juga bilang, Isya kalau lagi urusan pelajaran, misalnya suruh itung jari, suaranya bisa pelaaaan. Tapiiiii....kalo udah maen, membahana! Kikikik....turunan dari ayah itu mah kayaknya, giliran disuruh males, giliran yg gak penting semangat!

 

Tiap pagi pas aybund anterin, udah dijamin susaaaah diajak salim-kisskiss-hughug. Apalagi kalau keburu lepas masuk trampolin, bunda bye-bye juga gaaaak peduleeeee. Kata kepsek Isya, "saya selalu suka anak perempuan, soalnya di rumah enggak punya, tapi kalau isya, perempuan macho"....maksudnyaaaaaa.....ibu kepsek gak seneng nih sama anak saya? :p Gak deng, ibu kepsek juga bilang "senang deh ibu memilih sekolah ini" Sama bu Kepsek, saya juga seneng milih sekolah ini.....mmm....bulan depan boleh diskon spp gak?!



*dih panjang bonar yah....kikikik....mangap yah yg matanya sepet....*

Gap Antar Generasi

Isya: "Ni nyanyi Galuda ni..."
Eni: "Garuda pancasila....akulah pendukungmu....patriot proklamasi..."
Isya: "BUKAAAAAAAAAAAN" *isya sekarang tambah galak euy, kalo dia ngomong kita salah nanggapin langsung dah alis naek, sambil triak. Kadang2 dikasih tau eling kadang2 ndablek*
Eni: "loh? garuda kan?"
Isya: "bukan begitu!"
Eni: "gimana dong?"
Isya: "gini....galuda di dadaku, galuda kebanggaanku, kuyakin....hali iniiii....pasti menaaang..... gitu ni!"
Eni: "baru tau....."

*abis mandi lagi pake celdal sama eni*
Isya: "ini hali apa ni?" *fyi: bunda beliin isya celdal yg ada nama2 hari dalam bhs inggris, tiap mau dipake bunda bacain tulisan nama harinya*
Eni: "heh? hari apa?....hari rabu kan"
Isya: "BUKAAAAAAAAN di celananya hali apaaaaa???"
Eni: "emang di celana ada harinya?"
Isya: "ada hali bahas inggliiiiiis!!!"
Eni: "iiih...eni gak tau ah!"

*mau berangkat ke sekolah*
Isya: "bye...bye... eniiii"
Eni: "Dadaaaah..."
Isya: "Ni! jgn dadah....bahasa ingglis dong....baybay gituh!"
Eni: "iya deeeeh .....baybay isyaaaa"
Isya: *nyengir puas*

*generasi masa kini lagi makan bakpao*

Tuesday, August 11, 2009

Masih di Rumah Fadia.....

Ya! dia senaaaang sekali bermain bersama Fadia......tapi sepertinya perasaan itu tidak berbalas....

*Eni ngobrol sama Mamah n Bapaknya Fadia. Fadia deketin Isya sambil nawarin oreonya*
Isya: mulai dengan satu oreo....
Fadia: masih ngajak ngobrol
Isya: tak terasa sudah makan oreo ketiga...
Fadia: mulai gelisah
Isya: masuk oreo keempat
Fadia: siap nangis
Isya: oreo keempat cepat2 dimasukin mulut, oreo kelima cepat2 diambil sebelum terlambat
Fadia: "Oreo Iyaaaaaaa" *nangis kejer*
Eni: "Isyaaaa...ya ampuuuuun kenapa diabisiiin....itu kan punya Fadia...ya ampun Isyaaaa..."
Isya: ngeloyor......keeeeee.....kulkas Fadia! mengambil satu oreo lagi!
Eni: nahan malu setengah mati

PS: Bunda pulang langsung diceramahin Eni sambil diwanti2 suruh beli oreo buat gantiin punya Fadia.....naseeeeeeb......duit jajan bunda dah tuh dipake bakal gantiin oreo palakan eneng!

Monday, August 10, 2009

just another ordinary day...

Bunda: "salim dulu sama eni!"
Eni: mendekat
Isya: ngeliatin dari atas sampe bawah, begitu Eni udah deket langsung bilang "gak mau ah...eni bau asem!"
Eni: "kurang azaaaarrrrrr"


Bunda: "hayo buruuu salim!"
Eni: mendekat sambil melotot
Isya: "Ni...Eni jadi ikan yah?"
Eni: "hah? enggak lah..." *bingung*
Isya: "kok bau ikan!"
Eni: "hwaaaaa kurang azaaaarrr lagiiiiiiih"


Bunda: nangkep Isya lagi, digiring buat salim sama Eni "hayo cepet Isyaaa...kalok enggak pamit kayak anak polite, entar kita enggak jadi pulang"
Isya: "sama siapa?"
Bunda: "ya sama eni!" *udah tau nanyaaaaaa lagiiiiih*
Isya: "mana eninya?"
Eni: lagi duduk di bawah, jadi enggak keliatan
Bunda: "tuh eni"
Isya: "ooooh yang gendut itu yah"
Eni: "hwaaaa kurang azaaaar meloloooooo"


Bunda: "sekarang salim sama Sandi"
Sandi: salim trus kisskiss Isya
Isya: "hmmm....Sandi bau hamstel" *sambil ngelap bekas ciuman sandi di pipinya*
Sandi: "Dasar!"


*lagi duduk-duduk santai, Dandy lewat.....*
Isya: iiiih....dandi gendut bangeeet....
Dandy:


Ayah: "sya main pijit-pijitan yuk" *ngarep dipijitin*
Isya: "ayo"
Ayah: "Isya pijitin ayah" *siapsiap tengkurep*
Isya: "Isya dulu!"
Ayah: "Yah.... ayah dulu dong!"
Isya: "enggak! Isya dulu!" *tengkurep sambil ngangkat kaos*
Ayah: *nyerah...mulai mijitin....lama-lama.....* "udah"
Isya: "belom pake minyak telon" *sambil purapura ngasih minyak telon imajiner*
Ayah: *nyerah lagi...pura-pura buka tutup minyak telon, disiram ke punggung, terus diusap...pijit lagi...lama-lama......* "udah!"
Isya: "kakinya belom"
Ayah: *nyerah lagi....pijit kaki Isya....lama-lama......* "udah ah...sekarang ayah!" *tengkurep*
Isya: "gak ah...Isya males...." *ngeloyor sambil nyengir*
Bunda: *ketawa ngakak* ......gimana yah rasanya kualat? sedep gaaaaaak???


Bunda: "Bunda berangkat kerja dulu ya"
Isya: "jangan!"
Bunda: "loh bunda kerja kan cari uang, buat apa ayooo"
Isya: "enggak buat apa-apa"
Bunda: *nyengir asem...tapi tetep pede* "....kan buat sekolah"
Isya: "kan Isya udah sekolah kemalen"
Bunda: *tambah asyem* "....ya kan buat beli koko crunch juga"
Isya: "enggak kok Isya gak mau koko klunch, mau makan nasi aja"
Bunda: *nambah dikit lagi dah asyemnya...biar sedep* ".....kan buat beli buku" *sambil megang buku Isya*
Isya: "enggak usah! buku Isya banyak!"
Bunda: *hwaaa gak tau mau bilang apa lagiiiii.....hughug-kisskiss eneng ajaaaah*


*masih.....si korban malpraktek yg bikin kangeeeeeeeen*