Monday, May 4, 2009

Everybody Loves Koala

Sitkom mah paporit Bunda lah....salah satunya serial everybody loves raymond mengkenye di rumah ada deh bbrp jumput dvd serial ini.

Sementara...si neng selain doyan nonton elmo dan sebangsanya, dia juga seneeeeng banget nonton film yg ada suara ketawanya. Dari model sitkom abal-abal macam Tawa Sutra dan atau Suami-suami takut istri *yaaaaa ay knoooow....salahin Eni aja yah* sampe Mister Bean. Sama mister Bean mah udah akrab beneerrrrr dah, suka sok2 ikutan ketawa gituh kalau ada suara ketawanya.

Nah....mungkin nih yaaaa....mungkiiiiiin...pas bunda nonton Everybody Loves Raymond dia jadi tertarik. Hingga di suatu pagi, di mana Bunda biasanya nawarin dia mau nonton apa, biar bunda bisa siap2 ngantor dengan tenang, jawabannya tiba2 "Isya mau Mister Bean Koala ajah" sambil pegang DVD everybody loves raymond

Owkeee....mungkin dia menggunakan kata ganti Mister Bean untuk menunjukan sitkom berbahasa emgris. Secara Mister Bean emang salah satu sitkom bule pertama yang pernah dia liat. Tapi koala???

buat yang blom pernah liat si Raymond di Everybody Loves Raymond, nih kyk gini nih orangnya

*hasil minjem putunya dari sini*


nah, buat yang belum pernah liat koala *ada gituh?* nih kyk gini nih orangnya
*ini mah minjem dari sini*

Jadi...apakah kalian melihat sebuah kesamaan dari dua gambar di atas? kirimkan jawaban Anda melalui sms ke 3636 jangan lupa ketik reg spasi jawban anda. Ingat! sms yang dikirim langsung dari hape anda *yaiyalaaaaah*

PS: clue baru; terakhir neng juga bilang "isya mau nonton mister bean akmal!" hmmm....apakah koala tersebut ternyata bernama akmal?!

Tuesday, April 28, 2009

Grownups menggonggong Toddler berlalu

*bunda nyemangatin neng supaya gak pake pampers lagi*
Bunda: Neng Isya pinter yah, enggak mau pakai pampa lagi kan?!
Neng: Neng Isya enggak pintel yah, masih mau pakai pampa lagi kan?! *dengan intonasi yang dimirip2in sama bunda*
Bunda: :(( *keki berat, berpikir buat masuk kamar terus nangis di bantal. Tapiiii......perjuangan tak boleh berakhir begitu saja* Itu Fadia aja pinter yah, udah enggak pake pampa lagi sekarang
Neng: Itu Isya aja enggak pintel yah, masih pake pampa sekalang *intonasi masih dimirip-miripin*
Bunda: :(( *depok ujan gak yah hari ini?....pengen jemur bantal*


*Ayah, ngerayu eneng yang gak mau berenti mandi, asyik aja rendeman di ember*
Ayah: Ayo Isya!
Isya: Enggak mau ayo
Ayah: Yaudah itung deh, mau itung sampai berapa?
Isya: Gak mau itung sampai belapa-belapa
Ayah: *ngelirik bunda, dalem ati nanya: masih ada bantal yg kering gak?. Tapiiiii.....yup! perjuangan harus diteruskan* Zeeva! kalau zeeva enggak mau berhenti mandi juga, besok-besok gak boleh lagi mandi di sini!
Isya: Iya...besok gak usah mandi di sini aja
Ayah: :(( *jemur bantalnya sekalian aja bund....*


*Adegan sehari-hari*
Eni: Isya jangan lariiiii *ngejar-ngejar*
Isya: *lari*
Eni: Isyaaa jangan ke tamaaaaan *masih ngejar-ngejar*
Isya: *ke taman*
Eni: Isyaaaa masuuuuuk, jangan main aiiiiiirrrr *histeris liat kubangan di taman*
Isya: *maen aer di kubangan, tidak hanya kaki, tapi juga tangan dicipak-cipak di kubangan*
Eni: Isyaaaa ya ampuuuuun berenti gak! nanti eni sentil nih!
Isya: *kaki kiri cipak-cipak, kaki kanan cipak-cipak, tangan kiri cipak-cipak, tangan kanan ngangkat kaos, perut disodorin* Sentilnya di pelut aja ya ni, jangan kenceng-kenceng
Eni: X( *kapan sih emak bapaknya selesai jemur bantaaaaaaaal*



*keren gak neng kalo keriting?*


click here for more cakranegaras update

Grownups mengonggong Toddler berlalu

*bunda nyemangatin neng supaya gak pake pampers lagi*
Bunda: Neng Isya pinter yah, enggak mau pakai pampa lagi kan?!
Neng: Neng Isya enggak pintel yah, masih mau pakai pampa lagi kan?! *dengan intonasi yang dimirip2in sama bunda*
Bunda: *keki berat, berpikir buat masuk kamar terus nangis di bantal. Tapiiii......perjuangan tak boleh berakhir begitu saja* Itu Fadia aja pinter yah, udah enggak pake pampa lagi sekarang
Neng: Itu Isya aja enggak pintel yah, masih pake pampa sekalang *intonasi masih dimirip-miripin*
Bunda: *depok ujan gak yah hari ini?....pengen jemur bantal*


*Ayah, ngerayu eneng yang gak mau berenti mandi, asyik aja rendeman di ember*
Ayah: Ayo Isya!
Isya: Enggak mau ayo
Ayah: Yaudah itung deh, mau itung sampai berapa?
Isya: Gak mau itung sampai belapa-belapa
Ayah: *ngelirik bunda, dalem ati nanya: masih ada bantal yg kering gak?. Tapiiiii.....yup! perjuangan harus diteruskan* Zeeva! kalau zeeva enggak mau berhenti mandi juga, besok-besok gak boleh lagi mandi di sini!
Isya: Iya...besok gak usah mandi di sini aja
Ayah: *jemur bantalnya sekalian aja bund....*


*Adegan sehari-hari*
Eni: Isya jangan lariiiii *ngejar-ngejar*
Isya: *lari*
Eni: Isyaaa jangan ke tamaaaaan *masih ngejar-ngejar*
Isya: *ke taman*
Eni: Isyaaaa masuuuuuk, jangan main aiiiiiirrrr *histeris liat kubangan di taman*
Isya: *yah udah tau dah....maen aer di kubangan, tidak hanya kaki, tapi juga tangan dicipak-cipak di kubangan*
Eni: Isyaaaa ya ampuuuuun berenti gak! nanti eni sentil nih!
Isya: *kaki kiri cipak-cipak, kaki kanan cipak-cipak, tangan kiri cipak-cipak, tangan kanan ngangkat kaos, perut disodorin* Sentilnya di pelut aja ya ni, jangan kenceng-kenceng
Eni: *kapan sih emak bapaknya selesai jemur bantaaaaaaaal*



*keren gak neng kalo keriting?*

Monday, March 30, 2009

She tells the truth, only the truth, and nothing but the truth.........well sometimes.....in her own version

Penting diperhatikan sebelum membaca:
Dalam tiap kasus, eneng selalu pakai suara selantang jurkam yg pake toa bersuara jernih, selalu diucapkan tepat di depan hidung 'korban' dan most of the time pakai gaya tunjuk2, tentu ke arah si korban.






*ibu2 ber-sunglases lewat*
Isya: "iiiih nenek-nenek pakai kacamata"
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

*di sebuah RS, eni+abah+isya lagi nemenin dandy ke dokter mata, di ruang tunggu ibu2 yang kakinya terlihat sakit lewat sambil terpincang-pincang*
Isya:"kok ibu-ibu jalannya begitu? kakinya kenapa"
Ibu-ibu pincang: ngelengos sambil jalan terus *maafkan anak saya ya bu, jangan diambil hati*
Ibu-ibu lain: "ih pinter banget, anak siapa nih?"
eni: *pura-pura baca poster di dinding, dalam hati bersyukur itu anak bener2 bukan anaknya dia*
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

*di baby shop*
bunda: "ini mbaknya mana sih?"
Isya: "nih dia nih mbaknya" *sambil nunjuk ibu2 berdandan rapih dan cantik yang tentunya bersa mimpi buruk dituduh mbak-penjaga-toko, oooh semoga ibu2 itu gak terus mengurung diri di kamar sambil berencana operasi plastik*
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Isya: "kok dia enggak pake baju sih? yang lain pada pake baju, dia telanjang tuh" *nunjuk seorang kuli bangunan topless yg lagi ngobrol sama teman2nya, yg tentunya memakai baju semua*
Bunda: purapura gak denger sambil gak berani nengok ke arah para kuli
Isya: mengulangi terus sampai Bunda jawab
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Isya: "eh ada kakek-kakek nda, tuh dia tuh kakek-kakek tuh, dia kakek-kakek sendiri yah" *nunjuk mandor yg emang udah rada tua kalau dibandingin kuli-kuli bangunan di sekelilingnya*
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

*ayah nutup retsleting tas dengan kenceng sampai mengeluarkan suara*
Isya: Ayah kentut yah? iiiih ayah kentut nih, sembalangan aja kentutnya
Ayah: enggaaaak ayah gak kentut *brusaha tegar sambil nurunin volume suara, dengan harapan isya menirunya*
Isya: Ayah kentut! kayak isya yah....ayah suka kentut kayak isya kan?
Ayah: enggak kok...beneran ayah gak kentut *suara mulai lirih pertanda putus asa*
Isya: IIIIh iyaaa ayah kentuuuuut...sembalangan kentutnyaaaaa *volume makin menggelagar*
Bunda: ketawa ngakak ampe lemes =))
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

*di resto, seorang gadis masa kini berdiri di depan kasir dengan jeans hipster dan kaos yg agak pendek sehingga birthmark di bagian hampir-bokong nya kliatan*
Isya: dia kenapa tuh pantatnya?
Aybund: *speechless* :|
Isya: tuh..tuh...dia pantatnya ada apanya tuh *nunjuk2 malahan mau turun dari bangku buat nyamperin si gadis masa kini, seakan2 ngomong dengan suara menggelagar saja masih kurang*
Aybund: mengutuk penemu model hipster

Friday, March 27, 2009

She tells the truth, only the truth, and nothing but the truth.........well sometimes.....in her own version

Penting diperhatikan sebelum membaca:
Dalam tiap kasus, eneng selalu pakai suara selantang jurkam yg pake toa bersuara jernih, selalu diucapkan tepat di depan hidung 'korban' dan most of the time pakai gaya tunjuk2, tentu ke arah si korban.




*ibu2 ber-sunglases lewat*
Isya: "iiiih nenek-nenek pakai kacamata"
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

*di sebuah RS, eni+abah+isya lagi nemenin dandy ke dokter mata, di ruang tunggu ibu2 yang kakinya terlihat sakit lewat sambil terpincang-pincang*
Isya:"kok ibu-ibu jalannya begitu? kakinya kenapa"
Ibu-ibu pincang: ngelengos sambil jalan terus *maafkan anak saya ya bu, jangan diambil hati*
Ibu-ibu lain: "ih pinter banget, anak siapa nih?"
eni: *pura-pura baca poster di dinding, dalam hati bersyukur itu anak bener2 bukan anaknya dia*
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

*di baby shop*
bunda: "ini mbaknya mana sih?"
Isya: "nih dia nih mbaknya" *sambil nunjuk ibu2 berdandan rapih dan cantik yang tentunya bersa mimpi buruk dituduh mbak-penjaga-toko, oooh semoga ibu2 itu gak terus mengurung diri di kamar sambil berencana operasi plastik*
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Isya: "kok dia enggak pake baju sih? yang lain pada pake baju, dia telanjang tuh" *nunjuk seorang kuli bangunan topless yg lagi ngobrol sama teman2nya, yg tentunya memakai baju semua*
Bunda: purapura gak denger sambil gak berani nengok ke arah para kuli
Isya: mengulangi terus sampai Bunda jawab
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Isya: "eh ada kakek-kakek nda, tuh dia tuh kakek-kakek tuh, dia kakek-kakek sendiri yah" *nunjuk mandor yg emang udah rada tua kalau dibandingin kuli-kuli bangunan di sekelilingnya*
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

*ayah nutup retsleting tas dengan kenceng sampai mengeluarkan suara*
Isya: Ayah kentut yah? iiiih ayah kentut nih, sembalangan aja kentutnya
Ayah: enggaaaak ayah gak kentut *brusaha tegar sambil nurunin volume suara, dengan harapan isya menirunya*
Isya: Ayah kentut! kayak isya yah....ayah suka kentut kayak isya kan?
Ayah: enggak kok...beneran ayah gak kentut *suara mulai lirih pertanda putus asa*
Isya: IIIIh iyaaa ayah kentuuuuut...sembalangan kentutnyaaaaa *volume makin menggelagar*
Bunda: ketawa ngakak ampe lemes
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

*di resto, seorang gadis masa kini berdiri di depan kasir dengan jeans hipster dan kaos yg agak pendek sehingga birthmark di bagian hampir-bokong nya kliatan*
Isya: dia kenapa tuh pantatnya?
Aybund:  *speechless*
Isya: tuh..tuh...dia pantatnya ada apanya tuh *nunjuk2 malahan mau turun dari bangku buat nyamperin si gadis masa kini, seakan2 ngomong dengan suara menggelagar saja masih kurang*
Aybund: mengutuk penemu model hipster

Kebun Favorit Kami

Di Kebun Raya Bogor kemarin.....

Isya: Ayah....Isya mau beli bola *nunjuk tukang bola*
Ayah: Kalau di sini itu gak dijual, buat dipajang!
5 menit kemudian
Isya: Ayah...Isya mau pajangan *nunjuk tukang bola*
Ayah::D


Untungnya, KRB punya segala hal untuk mengalihkan perhatian eneng, bertumpuktumpuk daun kering, tebaran batu di mana-mana, tongkat-tongkat kayu yang panjang, jangan lupa...selokan air!

Di satu sudut, ada kakak-kakak kecil yang main air di selokan, si neng dengan pedenya langsung belok sambil bilang "Isya main sama temen-temen isya dulu yaaah". SKSD Palapa amat sih neeeeeng (Sok Kenal Sok Dekat Padahal Tidak Ada Apa-Apa - kamus besar bahasa gaul 80an Bab V halaman 171)

Tau-tau belok mah udah rumus deh kalau bepergian ke tempat macam gini. Walhasil kita yang baru mendarat di KRB jam 2 siang, ya gak punya banyak waktu buat menjelajah. Paling baru 10% wilayah KRB yang ditelusuri. Secara si neng nelusurinnya 'telitiiiiiii' bener. Apaaaa aja dipegang dulu, dikorek2, tiap batu dipungut, dilempar lagi, gak bisa liat semak2 kudu dilongok. Terus yang paling ngeri, kan ada tuh lembah curaaaaam banget hampir kyak jurang deh. Si Ayah malah ngajakin neng Isya slide di situ, dan cencunyaaaa....si neng mao2 ajah. Tinggal Bunda jejeritan di belakang, mau gak nyusul takut ditinggal sendiri, mau nyusul ngeri boooo :-S....tinggi bangeeeetz *sampe pake z dah tuh*

Sampai akhirnya kita meninggalkan KRB sekitar pukul 5 sore, gak ada cerita lain selain fun n tepaaaarrrrrr.....Ayah minta break dulu, tapi neng cencyu tak mau kompromi. Dia mah kalo gak lari2 which is Aybund mesti ngejar2, ya minta gendong which is Ayah *ayah aja yah gak pake bunda* mesti ngangkat2. Maka opsi duduk2 di rumput sambil beristirahat pun gugur. Mana ada cerita neng mau ikut mensukseskan acara istirahat aybund, di lapangan rumput pula!


*duduk cuma kalau jatoh*


Untunglah di luar ada Delman Istimewa yang siap berkeliling KBR, aaah....solusi yg tepat! Neng minta duduk di samping pak kusir, sambil ngeliatin buntut kuda bergoyang-goyang. Sampai lampu merah si kuda pipis, yang diiringi tatapan menuduh dari pengendara kendaraan bermotor di sekitar kita. Ampuuun teh...kang...eta kuda bukan anak sayah, sumpaaaah...kalo anak saya mah saya pakein pempers, bener dah!

Pas putaran hampir penuh mulai hujan gerimis, begitu sampai di tempat pemberhentian ujan malah jadi deres gilaaaa....hwaaa aybund kabur bawa si neng yang cuma ditutupin baju kotornya. Terus kita neduh deh di plaza apaan tuh, yg keciiiiil banget, yg ada Robinson nya. Di situ sambil nunggu hujan reda niatnya mau makan, agak bingung juga milih, tadinya sih pengen makan yang berhawa2 Bogor gitu, atau ke MP lagi lah paling enggak. Tapi sumpe tuh ujan, badai boooo.....dereeessss....boro2 mau ke mobil. Sempet mau makan di sebuah resto bertuliskan: resto & fried chicken ;))kikikikik....tapi malah jadi bingung liat tulisannya. Akhirnya makan bakmie.... yg mana di Depok mah juga banyaaaaaak..... :D

Selain bakmie nih yah, si ayah juga beli kaos di Robinson, secara bajunya basah gara2 keujanan tadi. Walau akhirnya gak kepake juga, udah keburu kering bajunya pas nungguin ujan. Terus sebelumnya, pas berangkat, saking kelaperan n gak nemu tempat makan, akhirnya kita makan di Pizza Hut deket daerah warung jambu sana. Hmmm....makan pizza n bakmie, serta beli kaos di robinson, sungguh pengalaman ke Bogor yg aneh...... [-)

dokumentasi pengalaman anehnya, sila dilihat disindang....

Kebun Favorit Kami


Di Kebun Raya Bogor kemarin.....

Isya: Ayah....Isya mau beli bola *nunjuk tukang bola*
Ayah: Kalau di sini itu gak dijual, buat dipajang!
5 menit kemudian
Isya: Ayah...Isya mau pajangan *nunjuk tukang bola*
Ayah:


Untungnya, KRB punya segala hal untuk mengalihkan perhatian eneng, bertumpuktumpuk daun kering, tebaran batu di mana-mana, tongkat-tongkat kayu yang panjang, jangan lupa...selokan air!

Di satu sudut, ada kakak-kakak kecil yang main air di selokan, si neng dengan pedenya langsung belok sambil bilang "Isya main sama temen-temen isya dulu yaaah". SKSD Palapa amat sih neeeeeng (Sok Kenal Sok Dekat Padahal Tidak Ada Apa-Apa - kamus besar bahasa gaul 80an Bab V halaman 171).

Tau-tau belok mah udah rumus deh kalau bepergian ke tempat macam gini. Walhasil kita yang baru mendarat di KRB jam 2 siang, ya gak punya banyak waktu buat menjelajah. Paling baru 10% wilayah KRB yang ditelusuri. Secara si neng nelusurinnya 'telitiiiiiii' bener. Apaaaa aja dipegang dulu, dikorek2, tiap batu dipungut, dilempar lagi, gak bisa liat semak2 kudu dilongok. Terus yang paling ngeri, kan ada tuh lembah curaaaaam banget hampir kyak jurang deh. Si Ayah malah ngajakin neng Isya slide di situ, dan cencunyaaaa....si neng mao2 ajah. Tinggal Bunda jejeritan di belakang, mau gak nyusul takut ditinggal sendiri, mau nyusul ngeri boooo....tinggi bangeeeetz *sampe pake z dah tuh*

Sampai akhirnya kita meninggalkan KRB sekitar pukul 5 sore, gak ada cerita lain selain fun n tepaaaarrrrrr.....Ayah minta break dulu, tapi neng cencyu tak mau kompromi. Dia mah kalo gak lari2 which is Aybund mesti ngejar2, ya minta gendong which is Ayah *ayah aja yah gak pake bunda* mesti ngangkat2. Maka opsi duduk2 di rumput sambil beristirahat pun gugur. Mana ada cerita neng mau ikut mensukseskan acara istirahat aybund, di lapangan rumput pula!

*duduk cuma kalau jatoh*


Untunglah di luar ada Delman Istimewa yang siap berkeliling KBR, aaah....solusi yg tepat! Neng minta duduk di samping pak kusir, sambil ngeliatin buntut kuda bergoyang-goyang. Sampai lampu merah si kuda pipis, yang diiringi tatapan menuduh dari pengendara kendaraan bermotor di sekitar kita. Ampuuun teh...kang...eta kuda bukan anak sayah, sumpaaaah...kalo anak saya mah saya pakein pempers, bener dah!

Pas putaran hampir penuh mulai hujan gerimis, begitu sampai di tempat pemberhentian ujan malah jadi deres gilaaaa....hwaaa aybund kabur bawa si neng yang cuma ditutupin baju kotornya. Terus kita neduh deh di plaza apaan tuh, yg keciiiiil banget, yg ada Robinson nya. Di situ sambil nunggu hujan reda niatnya mau makan, agak bingung juga milih, tadinya sih pengen makan yang berhawa2 Bogor gitu, atau ke MP lagi lah paling enggak. Tapi sumpe tuh ujan, badai boooo.....dereeessss....boro2 mau ke mobil. Sempet mau makan di sebuah resto bertuliskan: resto & fried chicken kikikikik....tapi malah jadi bingung liat tulisannya. Akhirnya makan bakmie.... yg mana di Depok mah juga banyaaaaaak.....

Selain bakmie nih yah, si ayah juga beli kaos di Robinson, secara bajunya basah gara2 keujanan tadi. Walau akhirnya gak kepake juga, udah keburu kering bajunya pas nungguin ujan. Terus sebelumnya, pas berangkat, saking kelaperan n gak nemu tempat makan, akhirnya kita makan di Pizza Hut deket daerah warung jambu sana. Hmmm....makan pizza n bakmie, serta beli kaos di robinson, sungguh pengalaman ke Bogor yg aneh......

dokumentasi pengalaman anehnya, sila dilihat disindang....