Tuesday, March 30, 2010

Mati Kutuw

just another story......

-------------------------------------------------------------------------------------

*nonton TV bareng, ada iklan calpico*

Isya: Isya mau itu nda!

Bunda: Jangan! itu racun

Isya: Enggak kok, itu dia enggak apa-apa *nunjuk anak-anak bintang iklan yg minum calpico sambil ajut-ajutan*

Bunda: Iya, tapi nanti kalo udah abis, dia sakit perut, trus giginya banyak germnya

Isya: .... *diem*

Bunda: *yes! berhasil*

*beberapa menit kemudian ada iklan coklat*

Isya: *tau-tau lompat ke arah bunda, nutup mulut bunda pake tangan, boro-boro ngomong, napas aja susah. Terus dia bilang.....* Isya mau ituuuuuu....mau beli itu yah nanti yah nda, beli itu ya? *gak butuh jawaban bunda kyknya, mulut bunda malah tambah dibekep*

Bunda: *hampir ijo, antara nahan ketawa sama susah napas*

-------------------------------------------------------------------------------------

Bunda: Sya, daunnya jangan dipetik dong, dia kan rumahnya di pohon, kalau dipetik nanti nangis

Isya: Enggak nangis lah.... mana matanya? dia enggak ada matanya!

Ayah: *ngakak, boro2 bantuin jawab!*

-------------------------------------------------------------------------------------

Isya: *main-mainin perseneling mobil*

Bunda: Sya jangan, nanti loncat mobilnya

Isya: Bundaaaa mobil enggak bisa loncat, dia kan ada bannya!

Bunda: *iya sih yaaah....*

-------------------------------------------------------------------------------------

*Isya minum aqua gelas, udah dapet satu sedotan dia masih kekeh minta sedotan satu lagi*

Bunda: Isya udah dong, masak minum sampe dua-dua gitu sedotannya

Isya: Fadia pake sedotannya dua

Bunda: kan bunda udah bilang, yang jelek-jelek jangan ditiru!

Isya: tilunya apa nda?

Bunda: yang bagus-bagus!

Isya: sedotan dua bagus nda!

-------------------------------------------------------------------------------------

*disuruh mandi malah nyemprot-nyemprot tembok pakai shower*

Bunda: Isyaaaa... cepetan dong mandinya, jangan siram-siram tembok

Isya: Ini kan temboknya mau mandi nda

Bunda: masak tembok mau mandi

Isya: tembok...tembok mau mandi gak? "mau" -purapura jadi suara tembok- tuh kan dia mau

Bunda: *agak keki* Ih tapi tembok kan udah besar, masak masih dimandiin, isya aja bisa mandi sendiri *malah ikutan ngomong sama tembok, payah!*

Isya: loh ini kan temboknya masih bebi nda

Bunda: *tambah keki* ooh masih bebi, kalau masih bebi kasih nenen dong sama isya *mulai ngaco, saking kekinya*

Isya: tembok... tembok mau nenen sama siapa? "sama bunda" -purapura jadi suara tembok lagi- tuh! maunya nenennnya sama bunda katanya

Bunda: *seterah dah aaaaaah...... maen aer aja sonoooooo*

0 comments: