Untungnya, pasca libur lebaran blog tsb kembali terbuka lebarrrr.... Jadi, izinkanlah, di tengah2 deadline yg terus2an ngejar2, Bunda persembahkan PR syusye tsb di bawah ini pada si mommy n Farah nan cantik jelita. Sok atuh disimak....
1. Saya Dini, tadinya Wiradinata, tapi sekarang sudah Cakranegara. Anak perempuan satu-satunya dari empat bersaudara.
2. Daddy’s Sweetheart
Si Abah adalah cinta pertama Bunda
3. The Real Crab (cancer) bukan Crap loh yaaaaa
Di luar keliatannya keras, padahal itu cuma cangkang yg menyembunyikan kelembutan hati *woooiiii penonton, jgn ngelempar rokok atuh, emang bunda srimulat* Tapi ya begitulah, sampe ada temen sok shock “lu pernah nangis???” ada juga yg pernah nanya “lu kalo pacaran gimana sih? Kelakuan kyk Gerwani!” padahal mah, si Ayah noh saksi hidup betapa bunda sedikit2 ngocoooor aermatanya
4. When its getting emotional, I’m not there!
(masih ada hub dgn no3) Salah satu kecacatan dirikuh adalah tidak mampu menyampaikan kode2 emosional dari lubuk hati yang paling dalam. Sebelum ketemu si ayah lebih parah, setelah ada si eneng tambah mendingan. Jadi, kalo akuh kaku atau demen nyela2in dirimuh, atau menghindari ‘obrolan rumantis’, percayalah, itu karena akuh sayang padamuh…
5. Cynical
Tante Ina, salah satu sahabat terbaik Bunda, pernah membuat pengakuan dosa: dulu sebelum benar2 kenal sama Bunda, dia nyimpen nama Bunda di HPnya dengan nama Cynical
6. Fear Factor Chef
Check this out
7. Miss Minder
Iya tau, Bunda tuh cantik jelita, dan sungguh menawan
8. On the way to be a Humanist
Kalau ada –isme yang Bunda setujui, itu adalah Humanisme. Berusaha menjauhi segala langkah pendegradasian kemanusiawian baik itu melalui upaya peng-angel-an maupun peng-devil-an diri. Berusaha ‘jujur’ jadi manusia yang manusia, if I have to: mad like human, cry like human, laugh like human. Insya Allah berusaha untuk tidak menginjak ranah setan-wi dengan bertingkah destruktif. Tapi, seperti terlihat pada judul, baru on the way loooh yaaaaaa……
9. Pram Lover (not Pramisme!)
Ada lah moment2 di mana Bunda merasa pemikiran dan perasaan Bunda terlalu aneh buat orang lain. Kok kalau ditakar pakai ‘ukuran normal’ rasanya Bunda kyk pendosa banget, gak punya adat ketimuran gitu. Lalu bertemulah dengan (buku2) Eyang Pramoedya Ananta Toer, dan Bunda ngerasa punya teman senasib yang jauh lebih cerdas, sehingga ia mampu menjabarkan apa yang Bunda rasakan dengan lugas dan mampu membuat orang mengerti pemikiran tak lazimnya tsb. Enggak kayak Bunda, yg tingkat intelejensianya masih level ‘easy monkey’
10. Family Women
Hidup bahagia dunia akhirat, persis kayak harapan mommy Farah juga tuh. Pengennya, segala kebahagiaan dunia bisa juga bermanfaat buat investasi kebahagiaan akhirat nanti. Yang pasti, semua kebahagiaan itu porosnya adalah: keluarga! Ayah n Zeeva terutama

*jgn pada nuduh bunda punya kolam renang terus pada mau numpang bernang di rumah yah!*
6 comments:
good job sista! salute to u..just be urself that's what i like about ur blog..(dooh awas ngapung hehehe)
makasih juga dah dikerjain PRnya maaf juga kalo dakyu ngerjain dirimu;)
btw sorry ttg blog yg sempat di tutup tuk sementara waktu itu,coz dlm perombakan...
Ituh buat yang no. 5, bukan cabe rawit ajah yang minggir, mercon juga kalah din :D..
asli, daku suka banget sama gaya tulisan bunda yang ini.
Cerdaaaas banget! Swear
waahhhh komentar tentang diri sendiri yang panjang :D, hebat euyy...
ah masa gampang bocor air mata, masaaaa... saksinya yang keliru kaliiii hehehe...
i know u now, gak tahan deh yg "daddy's sweetheart"
Post a Comment